Goyang Kemenangan

September 26, 2008 at 10:30 am (Uncategorized) (, , )

Itu adalah judul poster yang pernah kulihat bertahun lalu, pada hari Idul Fithri. Sungguh sebuah ironi atau malah oxymoron (kontradiktif). Mengakhiri Ramadhan dengan berpesta dengan menonton tayangan birahi. Padahal puasa dan kegiatan Ramadhan melatih hamba untuk menahan diri dari hawa nafsu yang menyuruh pada keburukan (nafsu ‘amaratu bissuu’) dan mengendalikannya agar menjadi bertaqwa.

Kukutip di sini cuplikan dari Dialog Jum’at Republika 26 Sept 2008 hal 5,

Yang paling membuatnya sedih … ternyata yang lebih bersungguh-sungguh merayakan kegembiraan datangnya hari raya Idul Fitri adalah mereka yang puasanya tidak sungguh-sungguh. “Jadi seakan-akan orang ini tidak naik kelas tapi merayakan pesta kenaikan kelas. Orang yang tidak lulus ujian tapi justru dia yang merayakan pesta lulusan ujian secara berlebih-lebihan”

Dikontraskannya dengan

orang yang beriman dan beramal saleh menyambut habisnya Ramadhan dengan nelangsa dan sedih. …. “Mereka akan menangis memikirkan betapa mereka akan kelepasan dengan hilangnya langkah dan badan dengan ringannya untuk menuju kepada panggilan-panggilan Allah, sementara pada bulan lain adalah sangat berat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: