Ijinkan aku memperkenalkan Partai Keadilan Sejahtera

July 22, 2008 at 8:27 am (Islam) (, , )

(disalin dari email yang beredar)

To all my dear Friends…

Masalah utama bangsa kita adalah “krisis kepercayaan” , entah itu pada
diri seseorang yg kita kagumi/hormati/ cintai, atau institusi
kenegaraan yg berbasis pada pelayanan publik, keadilan &
kesejahteraan serta keamanan rakyat Indonesia, terakhir adalah
kepercayaan kita pada partai yg akan mengusung visi & misi mulia
kita…

Perkenankan saya mengintroduce “Partai Keadilan Sejahtera”

Partai Keadilan Sejahtera – PKS – Adalah Masa Depan Indonesia

Ustadz memulai dengan “Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi
sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009”.
Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu
yang kita ‘ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan
bertemu dengan kehendak Allah.

2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang, banyak orang-orang
diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP
bilang: “hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%”, saya bilang:
“Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20%
itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah
angka yang harus kita lampaui akhi.”

Kita adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan
keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah
tugas sejarah untuk kita. Umar ibn Khotthob pernah mengatakan: “Setiap
saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”

SBY pernah ditanya: “kenapa minta didukung PKS?” jawabnya: “saya butuh
dukungan moril dari PKS” -beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa
diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS gak punya duit.

Tahun ’70-an Presiden Korsel Park Jung He ke aceh, dia lihat ayat
Qur’an di sebelah Masjid Baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa
biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” -beliau bertanya;
“artinya apa?”, “Tuhan tidak mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum
itu yang mengubah keadaannya sendiri”. Jadilah ayat itu dicatat,
kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah;
“Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea yang
mengubah keadaannya sendiri”. Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa
hasilnya sekarang. Kalau kita karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi
bingung mau mulai dari mana.

Pendiri republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai
dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah.
Ini menimbulkan ketidakpastian, maka inilah tanggungjawab kita untuk
mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca orba adalah
orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di orde baru, ini dalam
bahasa manajemen disebut dismatch/diskontinu .

Karena Realitas Berubah, Tapi Pikiran Tidak Berubah.

Gaya kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis.
Dalam politik Indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang
baru bagi masyarakat, sehingga Soeharto bisa naik kembali menjadi
presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya diantara
presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini
sebagai: kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan bangsanya
sendiri. Orde lama demokratis tetapi tidak sejahtera, sedangkan orde
baru sejahtera, tapi tidak demokratis. Maka, kita ingin padukan itu.
Demokratis dan Kesejahteraan dalam sebuah neraca yang seimbang.

Maka Kami Tegaskan, Bahwa 20% ini Bukanlah Angka, Tetapi Simbol Dari
Tekad.

Ketika Hasan Al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir masih
dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan
poin ke-7 adalah Ustadziyatul ‘Alam. Sebuah cita-cita besar yang jauh
melampaui langkah kaki. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru
bagi peradaban manusia? Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang
bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun
tidak pada masa mereka.

Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah
yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya.
Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang Al Banna, tetapi oleh
ide-ide besar.

Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu
besar sambil bertanya pada murid-muridnya: “Apakah mangkuk ini sudah
penuh?” -sudah, jawab muridnya. Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu
dengan pasir, dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar,
kemudian sang guru kembali bertanya: “Sudah penuhkah mangkuk ini?”
-kali ini murid terpecah menjadi dua; ada yang bilang sudah, ada yang
bilang belum, meskipun tidak tahu dimana belumnya. Kemudian guru itu
menyiramkan air ke dalam mangkuk, dan air itu pun membasahi pasir dan
memenuhi mangkuk itu sekali lagi.

Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan
pasir, sejenak kemudian ia berkata: “apakah mangkuk ini masih muat
untuk batu2 besar ini?”-spontan para murid mengatakan :”tidak”, -“maka
seperti itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang kecil,
maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar.
Fikirkanlah ide-ide besar, maka hal yang kecil akan termuat dengan
sendirinya.”

Lalu Kenapa PKS Harus Diberi Kesempatan Memimpin Republik ini?

Jawabannya tidak ada kecuali karena satu hal: “Keadilan” ; karena jika
kita sudah melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal, tolong beri
satu kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin bangsa ini dan
ikut gagal bersamanya. Tapi jika kita bisa mengubah kegagalan itu?
Kita tidak butuh terima kasih dari Indonesia.

Islam dan keIndonesiaan harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah
teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan
keIndonesiaan ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.

Ini adalah cerita kita sekarang, cerita bagaimana kita mulai sejarah
kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati
semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah
bagi PKS.

Jika kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan.
Fitur apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika
Layar komputer dan display HP itu adalah Indonesia, maka kita ingin
PKS menjadi fitur utamanya.

PKS Adalah Fitur Masa Depan Indonesia.

Hal ini dikarenakan 2 hal : Ide besar dan great performance. Semua ini
ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi
Indonesia akan memimpin republik ini.

Banyak orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem. Partai
yang bisa memberikan solusi untuk sampah: adalah masa depan. 230 juta
penduduk Indonesia dan terus bertambah, membutuhkan lapangan kerja,
mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa memberikan solusi untuk
pengangguran: adalah masa depan.

PKS Adalah Simbol Dari Ide-ide Besar dan Kinerja-kinerja Besar.

Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena
legendaris, berfikir tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno
memikirkan revolusi. Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu
bernama pembangunan. Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat
setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran
pendek dan tak ada “narasi besar” dalam fikiran mereka.

Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru
adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana
mereka juga memiliki kebaikan. PKS adalah matchmaker, PKS mensintesa
kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi
dan kesejahteraan. Demokrasi orde lama yang mengeliminsai
kesejahteraan, dan kesejahteraan orde baru yang mengeliminasi demokrasi.

Jika PKS Bisa Mewujudkan Sintesa Ini, Maka Kita adalah Masa Depan

PKS menggabungkan orde lama yang adil tapi tidak makmur, dan orde baru
yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini adalah
Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program “PKS
mendengar”, sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu
“PKS bicara”

Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:

Tuhan,

Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.

Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu

Kita adalah Simbol Perekat yang Akan Memimpin Reformasi.

Lidi kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran.
Kita harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi
kita membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS
sebenarnya, tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan. Kenapa
reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak
tahu dimana tempatnya.

KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke
pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M,
tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan
pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $.
Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh
nyamuk dengan meriam.

Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian
disana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat
seluruh warga Indonesia peduli, itu baru cukup.

Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh
atau acara seperti ini, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang
membuka dan memimpin acara, tak ada yang dikerjakan bersama, semua
hanya datang dan berbicara diantara mereka tentang kebaikan dan kerja
bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.

Maka Matchmaker Ini Harus Dibarengi Dengan Satu Kemampuan Lain: Inovator

Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah
kita dan langkah orang lain, bahkan langkah semua orang di republik
ini. Seorang ulama dakwah menyatakan : “Jika satu jama’ah itu hanya
dipenuhi oleh massa yang banyak, maka jama’ah itu akan punya jangkauan
tangan dan kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang pendek, sehingga
sering tersandung dan jatuhlah jama’ah itu. Sebaliknya jika sebuah
jama’ah itu hanya punya massa yang sedikit, meskipun banyak
intelektual maka jama’ah itu akan memiliki jangkauan mata yang luas
tetapi jangkauan tangan yang pendek, sehingga hanya bisa
berangan-angan tapi kemudian bersedih”

Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu
akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi
hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan mewariskan kesedihan.

Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib,
santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua.

Mengapa Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu,
bahwa al-Qur’an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap
dimensi kemanusiaan yang terjadi dikalangan sahabat. Bahwa wahyu
selalu mendahului langkah kaki para sahabat.

Dua tahun sebelum fathu makkah, Allah sudah menurunkan ayat: “inna
fatahna …” -jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan
aman. DR. Said Ramadhon al Buthi dalam Fiqhu Shirah menjelaskan bahwa
pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu apa
arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian
dan tersadar bahwa Al-Qur’an telah mendahului mereka.

Perang Uhud sudah diramalkan 1 tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal,
Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda.
Kenyataannya setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan
Hamzah bin Abdul Mutholib -paman nabi, Mush’ab bin Umair -sahabat yang
sangat dicintai Nabi, dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian
menghinakan, tetapi turun ayat “laa khoufu, walaa tahzanu…”

PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat
non-muslim akan mengatakan: “Perbedaan agama sudah tidak relevan
sekarang”, dan masyarakat Muslim akan mengatakan: “Memang andalah yang
menampilkan Wajah Islam dengan benar”

7 Kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal
sebagaimana antum hafalkan al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan &
senyuman, kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada
para kader dakwah.

Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Kholid bin
Walid, mereka tidak pernah bertanya strategi, taktik, tahapan seperti
apa. Berperang bersama akh Kholid saja itu sudah cukup. Begitulah
semangat dengan keyakinan.

Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh
para pendeta, pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam
peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracun Khalid bin
Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan
tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada
musuh Allah itu: “Dengan izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku”,
sambil membaca do’a yang setiap hari kita baca dalam ma’tsurat:
“Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis
samaa’ wahuwas samii’ul ‘aliim”

Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa
jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan
mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu
kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, maka
mereka akan mati kelaparan.

Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan
satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS,
maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.

Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di
daerah, bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana
yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan
harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka:
“Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang
mudah”. Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan
kita apalagi jika keadaan kita besok lebih baik daripada sekarang ini?

Sekarang ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca Mukernas (di Bali)
bahkan orang partai lain sudah berfikir: “PKS sudah masuk kandang
kita”. Top ten media adalah Mukernas, 5 dari narasumber terbanyak yang
dihubungi selama pekan ini oleh media adalah PKS.

Dan Ini Semua Hanya ‘Isyarat Pendahuluan’ .

Sejarah seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat 20,
30, 40 tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini kepada
cucu-cucu kita, “Dahulu kala.. ada sebuah partai..”. Maka ending
cerita ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.

Sepanjang tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan
pertanyaan yang sama: “Apakah anda ingin membuat partai lagi jika PKS
tidak lolos ET?”, maka saya menjawab: “jika 1999 kemarin kita tidak
lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk
Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita
masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai Keadilan dan
Sejahtera dan Kebahagiaan serta Kehormatan”

Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin, kemudian pertanyaan itu sekarang
berubah: “Apakah PKS siap memimpin republik ini?”… kita menjawab: “20%
adalah cerita yang kita buat hari ini”.

Disampaikan oleh : M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional
PKS) pada Sosialisasi Pemilu Wilayah Dakwah WIJAYA (Jawa Tengah &
Yogyakata) Semarang, 17 Februari 2008.

1 Comment

  1. duniabaruku said,

    waah…panjang kali nih posting.
    Disarikan aja kali Bro…
    Hiks..hiks…hiks…tapi Oke lah, thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: