Pak Muzzamil dan kepicikan

May 22, 2008 at 11:45 pm (Life) (, , , , )

Beberapa hari yang lalu temanku itu nyerang PKS lagi dengan publikasikan daftar nama aleg yang pergi ke Argentina untuk studi banding, dengan beri referensi ke artikel terkait di Kompas. Ada 2 nama yang ditampilkan secara tebal yaitu Muzzamil Yusuf dan Jazuli Juwaini dari Fraksi PKS.

Seperti bisa diduga, post ini memikat orang-orang yang sinis dan berprinsip anggota dewan tidak pernah benar dan tidak boleh benar [sarcasm off]. Ini contohnya

ampunn dah!
eit stop dulu… aleg dari pks ustaz-ustaz lo, emang pada suka ngelancong? kgk ada waktu.. mereka sibuk ngurusin dakwah di parlemen…

tp sekali2 mungkin juga mereka kepengen, diluar negeri, gratisss, dikasih uang saku lagi… siapa yg kgk ngiler, biar ustaz bisa rontok juga empatinya. Lagian kan buat kemaslahatan dakwah.

eunakkk tenannn..
padahal rakyat lagi menjeriiiitt, mau mati kelaparan…

ah sebodo amat, kan dalam rangka untuk keseahteraan mereka juga ane peliseran… gk salah dong orang butuh refreshinggg

Belakangan Pak Muzzamil beri klarifikasi bahwa beliau tidak berangkat ke Argentina. Klarifikasi itu kemudian mengakibatkan Kompas meralat dan merubah beritanya dengan menyatakan

Seorang lagi Al Muzammil Yusuf (PKS) yang semula namanya tercantum, menyatakan dirinya tidak ikut acara tersebut.

Banyak juga komentator di post itu yang informasikan hal yg sama, yang kemudian dijawabnya

To all, thanks atas postingnya, dengan begini jelas, dan tidak perlu ada polemik berkelanjutan.

Linknya bisa di baca sbb:
* Kompas Online: Anggota FPKS Bantah Ikut ke Argentina
* Eramuslim: Anggota F-PKS Al-Muzzammil Yusuf Tidak Ikut Rombongan DPR yang Plesir ke Argentina

Btw, tanggapan seperti inilah yang saya harapkan selalu ada dari PKS, jadi kalau ada berita gak bener, kirim rilis atau hak jawab, sehingga counter informasi itu juga bersifat publik. Jangan nuduh medianya melintir, musuh dakwah, atau kader/simpatisannya yang disuruh tabayyun langsung, kan repot banget.

Next time, mudah2an PKS mau melakukan hal ini lagi kalau ada berita kontroversial tentang PKS di media massa.

Tapi postnya sendiri tidak dirubahnya. Setelah kutegur lewat email, ini jawabannya. Tolong dibaca dari bawah

Oh, shukran. Ntar kutipannya diupdate dengan yang terakhir dari Kompas, malem deh.

Wassalam,
Xxxx

2008/5/22 Reza Primardiansyah :

Buka lagi link di kompas itu.
Jelas-jelas Kompas sudah ngedit dan nyatakan ralat.
Apa salahnya nulis “UPDATE”

— Xxxx Xxxxx wrote:

> Daftar itu adalah kutipan dari Kompas, bukan ana
> yang bikin. Yang namanya
> kutipan, ya memang seperti itu, dikutip apa adanya.
> Eramuslim ketika
> mengutip kompas itu, tidak menyebutkan sumbernya,
> makanya bisa menghapus.
>
> Kalau ana hapus nama dari daftar aleg itu, maka
> komentar2 itu akan
> kehilangan konteksnya jika dibaca di kemudian hari.
> Katakanlah jika dibaca
> beberapa bulan kemudian, oleh orang yang tidak tahu
> tentang masalah ini,
> maka komentar2 klarifikasi di blog itu akan terasa
> lucu, kenapa tiba2 ada
> klarifikasi ust MY padahal namanya tidak ada di
> situ.
>
> Bukan soal tega gak tega…
>
> Wassalam,
> Xxxx
>
> 2008/5/21 Reza Primardiansyah
>
>
> > Assalamu’alaikum
> > Antum tega juga ya. Di komentar bilang terima
> kasih
> > atas klarifikasinya, tapi daftar aleg itu gak juga
> > antum ralat.

Sampai Jum’at pagi ini janji itu tak (belum) ditepati. Apakah ini tunjukkan bias sang penulis? Kita bisa lihat sama-sama. UPDATE: postnya sudah diupdate. Ralatnya diletakkan paling atas.

Selain itu klarifikasi itu pun masih ada yang mensinisi

Tp ust Jazuli berangkat, tak?
Kok tak ada klarifikasinya ya?

Alhamdulillah… sekarang banyak ustadz yang kaya raya setelah menjadi anggota Dewan.
Paling tidak, kita sekarang tak perlu infaq untuk mencukupi kehidupan beliau tiap bulannya, seperti sebelum menjadi anggota Dewan.
Alhamdulillah…

Lho, sekarang kok malah tamasya dan shopping ke negara yang banyak dara ayunya?…
Weleh, weleh…

Belakangan ada yang nyatakan bahwa Jazuli Juwaini ikut berangkat atas perintah fraksi

assalamu’alaikum, ikhwah/akhwatfillah : ust. jazuli berangkat ke
argentina atas tugas/perintah fraksi pks untuk mengkaji & mendalami
sistem pemilu/pilpres di negara tsb, yg baru saja melaksanakan
pemilihan dengan biaya yang hemat tidak ada kerusuhan, tidak ada
pengerahan masa dalam kampanye, kertas suara sederhana, bilik suara
tidak ada cukup di sekolah2, diikuti 17 capres, bentuk negara federal
tapi aman tidak ada gejolak, agar kader kita punya wawasan yang cukup
dalam membahas undang2 terkait yg sedang dibahas di dpr. mengenai
biaya, jika menimbulkan masalah insya Allah fraksi akan
bertanggungjawab. jazakallah. Pimpinan fraksi PKS DPR RI.

Sebuah statement yang sexy bagi orang-orang picik, yang tidak peduli apapun kebaikan yang bisa didapat. Yang tidak peduli bahwa PKS sudah memangkas biayanya 50% (karena hanya satu yang berangkat) sementara dari fraksi lain ada yang justru nambah biaya karena bawa istri atau suami aleg.

1 Comment

  1. dedi eko cahyono said,

    assalamualaikum ustadzh ini dengan dedi dipringsewu tetangganya pak rahmat+umi zainani ane dapat pesan dari jamaah mushola nurohim perihal bantuan pembangunan mushala kira-kira kapan?mohon segera balasanya salam dari ikhwan 2 pringsewu semoga PKSEJAHTERA TERUS BERJAYA DI BUMI INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: