Anis Matta dan harta

May 8, 2008 at 8:18 am (Islam, Life) (, , , , , )

Lama sebelumnya, aku pernah kirimkan email pada temanku yang kusebut di post sebelum ini tentang pandangan Anis Matta tentang harta, sesuatu yang disebutnya sebagai anismisme (AnisM-isme). Di situ saya kupas poin demi poin dari sebagian isi buku “Dari Qiyadah untuk Para Kader” yang bisa dilihat dari sini

Intinya, di situ beliau tekankan untuk pentingnya orang-orang shalih memiliki kekayaan, dan memotivasi mereka untuk mendapatkannya.
Satu lagi, lebih baik fokus mengikuti jejak orang-orang yang berhasil dalam usaha/niaganya daripada fokus menyelidiki dari mana dia mendapatkan harta => menuduh bahwa hartanya tidak halal.

ikhwah sabar menderita tapi tidak sabar melihat ikhwah lain kaya (Rahmat Abdullah)

Assalamu’alaikum

Akh, tadi malam ana dengar bedah buku di smartfm, tentang hipnosis dan hipnoterapi. Di dalamnya pembicara / penulis menyinggung tentang Law of attraction

Sebelumnya ana juga pernah diinformasikan oleh kawan2 yg baca buku lain tentang mencapai tujuan. Intinya :
1. tetapkan / tentukan tujuan
2. bulatkan tekad untuk mencapainya dan yakin bisa mencapainya
3. berdoa (ada juga yg bilang pasrah / ridho, bukannya tanpa usaha, tapi)

Bagaimana ini bisa berjalan memang masih jadi perdebatan / misteri, mungkin bisa ditanyakan ke orang psikologi dan orang yg paham pemrograman bawah sadar.

Sebelum terburu2 menghakimi coba antum baca lagi buku “Dari Qiyadah untuk para Kader” itu, atau paling tidak baca file yg ana attachkan ini. Ana gak tau isinya
sama atau tidak. Coba baca berulang dan berusaha pahami jalan pikiran dia.

Ini yg ana pahami :
1. Pemahaman dia ttg pentingnya ikhwah belajar mengelola uang sudah ada dari awal dakwah ini
2. Ada perbedaan standar persepsi tentang kekayaan
3. Ustadz Rahmat Abdullah rahimahullah (yang sedih karena dikejar-kejar dunia) sendiri menyatakan bahwa “ikhwah sabar menderita tapi tidak sabar melihat ikhwah lain kaya”
4. Pak Anis tahun 1999 sengaja memilih lokasi pemilihan yang “kartu mati” yang membuat dirinya tidak jadi aleg karena waktu itu belum punya rumah dan mobil untuk menghindari anggapan bahwa dia “makmur” karena jadi aleg.
5. Pentingnya kita (kaum muslimin) kaya bukan semata pendapat pribadi dia sendiri (itu juga dibenarkan oleh Farid Nu’man). Dia menyitir pendapat ibnu Abid Dunya
6. Indikator kerusakan masyarakat kalau uang beredar di kalangan orang jahat, bukannya orang shalih
7. Dicontohkannya, potongan gaji aleg kita gede2, bisa sampai 60% (kalo gak salah ust Abu Ridho kadang nombok)
8. Dicontohkannya juga orang2 kaya yg menggunakan hartanya utk bermewah2, dan dia mencontohkannya itu bukan untuk kita tiru.
9. Kekayaan memang mempengaruhi penerimaan orang pada kita. Itu kenyataan yang berlaku (termasuk dalam persepsi sebagian sahabat Rasul, ingatkah antum tentang kisah saat Rasul meminta sahabat menilai dua orang, yang satu sahabat mengatakan bahwa dia diterima orang2, termasuk kalau meminang sedangkan yang satunya lagi ditolak orang2, yang lalu diluruskan oleh Rasul). Termasuk dalam keluarga dan sidang OKI sekalipun.
10. Yusuf Qaradhawi menyatakan minimal dalam rumah kita ada 6 kamar tidur, belum lagi ruang dapur, ruang keluarga, perpustakaan dll.
11. Rasul mengakui bahwa di antara pemberi kebahagiaan adalah rumah dan kendaran yang nyaman.
12. Pak Anis sendiri awalnya cuma punya motor, anaknya kalau dibonceng diikat agar tidak jatuh. Mobil pertamanya pinjaman.
13. Tidak semestinya para istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga intelektualnya stagnan. Padahal menurut Imam Syafi’i dan Imam Malik pekerjaan rumah
tangga seperti mencuci dll itu bukan tugas istri.
(sila lihat http://www.eramuslim.com/ustadz/nkh/7911055013-benarkah-kewajiban-suami-mengurus-rumah-tangga.htm)
14. Orang zuhud adalah orang yang punya dunia lalu ditinggalnya dengan sadar, juga dicontohkan oleh Rasulullah saw (dan khulafarrasyidin dan tokoh2 Islam kontemporer)
15. Pak Anis sendiri awal menikah memilih tinggal di tempat sendiri, kontrakan kecil berlantai tanah tanpa kasur, tidak di rumah mertua yang megah. (tampaknya juga memahami bahwa tangan yg menadah tidak bisa memukul)
16. Di 75% Halaman 6 tampaknya inti yang membuat orang banyak heboh, termasuk mengusap2 itu. Ana sendiri masih abstain ttg hal ini karena tampaknya ini ada kaitannya dengan peneguhan tekad yang ana tulis di awal. Sila ditanyakan ke psikologi.
17. Ada kemungkinan bahwa Pak Anis mengkaitkan dengan point 3 di atas (ungkapan ust Rahmat) dan membelokkan kedengkian (naudzubillah) kita menjadi semangat kerja yg lebih positif.
18. Jawaban ustadz Hilmi terkait “keborjuan” itu coba dikaitkan dengan pernyataan ibnu Abid Dunya pd halaman 3 (atau point 9 di atas)
19. Pak Anis juga menyoroti harapan orang2 yang ingin hidup tenang + nganggur setelah pensiun (umur 55 th, umur Rasul saat itu masih super aktif termasuk berperang)
20. Orang kayak Pak Anis itu belum terhitung kaya.
21. Perang gaya Soros “Kini kita bisa dimiskinkan dengan menekan tombol-tombol elektronik. Masukkan modal melalui komputer, tarik lagi modalnya melalui komputer dan kita semua miskin”.
22. PKS di masa yg akan datang tidak bisa kalau hanya menguasai negara (politik kekuasaan kewilayahan), kalau berhadapan dengan gabungan individu yang lebih kaya dari negara dan dapat dengan mudah memiskinkan negara (antum tahu kan kalau kedelai kita kemarin dikuasai kartel, oligopoli? Ana juga tahunya dari wawancara Bu Aviliani, ekonom)
23. Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanya bagian kecil dari panggung negara, masih ada eksekutif dan yudikatif, dan di dewan itu masih sedikit pula.
24. Di halaman 8 Pak Anis memberi petunjuk cara2 menjadi kaya (yang dibenarkan urgensinya oleh Farid Nu’man), dimulai dari bertekad (“mimpi besar menjadi orang kaya”) sehingga bisa menjadi muzakki dan berinfaq, lalu hidup dengan gaya orang kaya (NOTE: bukan mewah), yaitu :
* optimis
* merawat kesehatan dengan olahraga dan jaga gizi
* menjaga penampilan (dikaitkan dengan nasehat ibnu Taimiyah)
* memperbanyak teman dari kalangan orang kaya sehingga bisa belajar.
* rajin berinfaq.
* mulai berbisnis (sesuai juga dengan pesan Rasul dan Hasan Al-Banna). Termasuk pada aleg karena gaji aleg tidak bisa jadi andalan (potongan gede, cuma 5 tahun, masih mungkin gak sampai 5 tahun karena PAW)
* jangan putus asa dalam bisnis.

Kalau kita baca dari rangkuman di atas, apa yang salah dengan itu? Yang untuk ana masih kontroversi cuma masalah mengusap2 itu. Itu pun masih ada kemungkinan tidak salah secara psikologi. NOTE: ada di kalangan ikhwah yang memandang bahwa orang memakai kalung Biofir berarti memiliki cacat aqidah karena kalung itu disamakan dengan jimat.

Satu lagi, di file ini sama sekali tidak disinggung tentang pembenaran / pembelaan terhadap aleg yg korupsi, terima suap, dll.

Aleg memang digaji lumayan gede plus tunjangan ini itu. Itu suatu kenyataan. Setelah dipotong infaq dll, apakah sisanya bisa dipakai menjadi milik pribadi aleg tsb atau tidak itu tinggal ditanyakan ke dewan syariah. Kalau secara syar’i halal, ya sudah jangan dipermasalahkan. Jangan sampai kita mempermasalahkan sesuatu yang memang hak orang lain, yang mengindikasikan cacatnya motivasi kita, hanya karena hasad, naudzubillah.

2 Comments

  1. Agus Suhartono said,

    Assalamu’alaikum

    Mengenai persepsi Islam terhadap Law of attraction (Michael J.Losier) ataupun The Secret (Rhonda Byrne) silahkan baca blognya Mr. Jumala di http://visi-sukses.blogspot.com/

    Smoga bermanfaat

    Wassalamu’alaikum

  2. Tentang Law of Attraction « hungry mind perpetually wanders said,

    […] law of attraction) Udah agak lama aku baca tentang Law of Attraction yang sempat kusinggung di post kontroversial ini. Ada hal-hal yang kayaknya agak ngawur (dan bisa mbuat akidah bermasalah), memang. Seperti […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: