Contoh ketaatan

May 7, 2008 at 3:30 am (Islam, Uncategorized) (, , )

Belum lama ini saya ngobrol lewat email dengan orang yang menjadi corong sikap kritis (nyaris kontra) terhadap PKS yang bahkan membuat blog tentang itu.

Salah satu “dosa tak berampun” di matanya adalah bahwa PKS pernah menimbang untuk mendukung Wiranto pada pilpres 2004 lalu.

Saya kirim ke dia email tentang postnya Aida yang juga dah saya kutip di sini kemarin, yang kemudian dibalasnya

Hmmm… orang baik memang sering lebih disayang Allah ya? Mungkin Allah ingin menjaga beliau agar tidak tercemar lingkungan teman-temannya yang sudah rusak… wallahualam.

Wassalam,
XXXX

On Tue, May 6, 2008 at 11:55 AM, Reza Primardiansyah wrote:

Kukirimkan untukmu dengan sepenuh cinta. Mungkin ada saatnya kuceritakan padamu tentang dia yang mengeluh dikejar-kejar dunia dan berulang kali minta di-PAW, permintaan yang ditolak jama’ah.

======DELETED=============

Lalu kubalas

Ana gak tau pilihan ustadz Rahmat pada saat pilpres lalu. Tetapi beliau aktif mengkondisikan para kader untuk bersiap taat jika keputusan yang keluar adalah yang tidak disukai.

Jika :
1. Premis antum bahwa tidak mungkin ada orang ikhlas yang mendukung Wiranto
2. Beliau bergiat seperti itu

Maka ana simpulkan bahwa :
* Beliau adalah contoh jelas sebuah ketaatan dan penepatan janji untuk beramal bersama partai dalam keadaan setuju maupun tidak *
Ana bisa simpulkan lain sih :
* Premis antum di atas salah *

Atau antum bisa saja simpulkan
* beliau tercemar silaunya dunia => beliau termasuk orang nista *

Titik tekan saya dalam post ini adalah, jikalau ustadz Rahmat termasuk yang tidak setuju dengan opsi pendukungan Wiranto, maka beliau adalah contoh jelas sebuah ketaatan dan penepatan janji untuk beramal bersama partai dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan setuju maupun tidak dengan keputusan.

UPDATE:
Kawan saya itu menyangkal premis nomor 1 itu

UPDATE:
Dalam beberapa emailnya dia mencoba “berbaik sangka” bahwa ustadz Rahmat Abdullah tidak tahu apa yang dia tahu (mungkin dia kira beliau adalah orang lugu).

Mungkin juga ustadz RA rahimahullah gak tau, karena itu dia mendukung dengan ikhlas karena mengira itu keputusan hasil ijtihad.

Kata2 dia belakangan ini membuatku menduga bahwa dia menyangka bahwa apa yg kutulis di atas itu adalah dongengan. Oh, well.

Antum lebih senang membaca cerita mendayu2 tentang ketaatan ust RA pada putusan …

2 Comments

  1. Tanto said,

    Tapi perlu juga orang2 seperti itu, untuk bahan introspeksi buat kita.

  2. Anis Matta dan harta « hungry mind perpetually wanders said,

    […] harta, Rahmat Abdullah) Lama sebelumnya, aku pernah kirimkan email pada temanku yang kusebut di post sebelum ini tentang pandangan Anis Matta tentang harta, sesuatu yang disebutnya sebagai anismisme (AnisM-isme). […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: