Koreksilah diri sendiri dulu
Ada artikel tentang cek dan ricek yang kudapat dari sini.
Penulis mengupas apa yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yang masing-masing memperkeruh keadaan. Mari baca itu dan koreksi diri sendiri. Aku lepas tangan dari orang-orang yang membaca itu dan lalu berkata “Betul itu. Harusnya si fulan itu berlaku seperti itu”, dengan menuding pihak lain.
Pada saat ini pun umum terjadi, ketika tetangga, teman kerja, pejabat negara atau anggota legislatif kenalan kita suatu ketika mengalami peningkatan kondisi kehidupan, entah dengan memiliki mobil baru, rumah baru, menyekolahkan anak ke luar negeri dan lain-lain, hati kita lantas bertanya-tanya, kok bisa ya?
Namun daripada bertanya langsung, sebagian umat masa kini ternyata memilih diam sambil memendam curiga, atau kasak-kusuk membicarakan berbagai dugaan – menerima suap? korupsi? memanfaatkan kedudukan? – atau langsung melempar isu negatif ke tengah masyarakat begitu saja.
Sebaliknya, kalaupun ada seseorang yang berani bertanya, sang ‘sorotan’ cenderung merasa tersinggung, terancam, marah, atau balik menyerang si penanya dengan berbagai tudingan.
Malu aku
.. melihat berita ini terpampang di sini. Ya, itu jelas bukan di cina, tapi di sini. Hiks.
Pe-er dakwah masih banyak. Semoga banyak da’i muda yang lebih tahan godaan daripada orang-orang yang berguguran dari jalan dakwah, baik karena silaunya dunia, maupun yang gak mau dekat-dekat “orang yang sedang nguras got mampet (insya Allah lain kali kuulas ini)”.
China invented time travel
Obvious from this link at PC World.
I’m speechless. There are so so so many unbelievable things there.
Goyang Kemenangan
Itu adalah judul poster yang pernah kulihat bertahun lalu, pada hari Idul Fithri. Sungguh sebuah ironi atau malah oxymoron (kontradiktif). Mengakhiri Ramadhan dengan berpesta dengan menonton tayangan birahi. Padahal puasa dan kegiatan Ramadhan melatih hamba untuk menahan diri dari hawa nafsu yang menyuruh pada keburukan (nafsu ‘amaratu bissuu’) dan mengendalikannya agar menjadi bertaqwa.
Kukutip di sini cuplikan dari Dialog Jum’at Republika 26 Sept 2008 hal 5,
Yang paling membuatnya sedih … ternyata yang lebih bersungguh-sungguh merayakan kegembiraan datangnya hari raya Idul Fitri adalah mereka yang puasanya tidak sungguh-sungguh. “Jadi seakan-akan orang ini tidak naik kelas tapi merayakan pesta kenaikan kelas. Orang yang tidak lulus ujian tapi justru dia yang merayakan pesta lulusan ujian secara berlebih-lebihan”
Dikontraskannya dengan
orang yang beriman dan beramal saleh menyambut habisnya Ramadhan dengan nelangsa dan sedih. …. “Mereka akan menangis memikirkan betapa mereka akan kelepasan dengan hilangnya langkah dan badan dengan ringannya untuk menuju kepada panggilan-panggilan Allah, sementara pada bulan lain adalah sangat berat”
Tentang Law of Attraction
Udah agak lama aku baca tentang Law of Attraction yang sempat kusinggung di post kontroversial ini. Ada hal-hal yang kayaknya agak ngawur (dan bisa mbuat akidah bermasalah), memang. Seperti keyakinan bahwa
kesungguhan kita akan membuat alam semesta mengatur dirinya untuk mewujudkan harapan kita.
Gak banget dah.
Perbincanganku dengan adikku belakangan, dan penemuanku akan postingan tentang kemujuran membuatku berpikir.
Mungkinkah yang terjadi seperti ini?
Peneguhan determinasi, kesungguhan diri mencapai tujuan, (mungkin “mengusap-usap” termasuk di dalamnya? Hehehe) membuat kita bergiat mengejarnya. Kemudian kesungguhan dan pengalaman kegiatan itu membuat kita jadi makin peka menangkap peluang yang sebelumnya terlewatkan.
Bukan mbuat pembenaran. Tapi menurutmu gimana ?
unsubscribe
Today I found a link to unsubscribe me, a movement by Amnesty International to denounce and reject human right abuse on “war on terror”. I unsubscribed, and I plan to put its widget on this blog.
CPU Scaling in Debian
CPU scaling problem in my debian based laptop makes me confused. It stays in 1.8 GHz and won’t scale down.
After searching using “throttling ” keyword and bumped here and there, I found that I have to add acpi-cpufreq module in /etc/modules. Hope this helps you.
Compiling rubinius c++ VM in Debian lenny
I have a habit to use testing branch of debian. Currently it’s Lenny.
The problem is, gcc package now is version 4.3. The g++ of that version is stricter (being transitioning to C++-0x), emitting errors when compiling rubinius c++ vm. The solution (workaround, actually) is installing the 4.2 versions, then replacing the gcc and g++ symlinks (prvided by gcc and g++ packages, respectively) to point to gcc-4.2 and g++-4.2, respectively. Yes, it’s a hack.
CPU frequency scaling problem
CPU scaling problem in my debian based laptop makes me confused. It stays in 1.8 GHz and won’t scale down.
After searching using “throttling ” keyword and bumped here and there, I found that I have to add acpi-cpufreq module in /etc/modules. Hope this helps you.
Running Mac OSX apps on PC
Gizmodo published review on EFI-X, a dongle that enables user to run OSX apps on PC. I wonder whether this is legal. I’m sure according Apple, it ain’t.
